
Christo Februanto
Anak-anak gaul jaman sekarang, atau juga bisa dibilang TERLALU gaul biasa disebut ALAY Fenomena ini terjadi di sekitar kita. Di lingkungan kita, sebut saja sekolah, sering sekali kita melihat fenomena "ALAY"ciri-ciri orang "ALAY"
Selalu ngerasa paling tau tentang musik.
Tongkrongannya di pinggir pinggir jalan (yang cewek godain cowok,yang cowok godain cewe yang lagi lewat)
Kalo lagi ngumpul bawa headset/earphone buat dengerin lagu lewat handphone(suka pamer ga jelas & sok asik gitu deh). Trus sok telpon-telponan dan SMS-SMS an.. kondisi terparah,, biasanya suka ngunjukin SMS dari ce/co ke temenya,, biar dibilang kl ce/co nya perhatian ama dia..
Sok EMO tapi ditanya sejarahnya emo ga tau. (jujur aja. saya juga tidak tau apa itu EMO)
Suka update twitter ga jelas
Kalo surfing cuman bisa buka FB dan FS.
Dimana mana SELALU ada acara yg namanya 'Foto narsis'
Fotonya ga nahan semua! (dengan gaya di imut imutin,dideketin lampu biar 'terang bgt', foto deket bgt dari wajah *biar jeleknya ga keliatan*, foto dari atas *biar kelihatan keren kali ya*, dll..pokoknya yang bisa bikin ENEG semua orang)
Biasanya kalo udah pegang "HP" susah dilepasinnya (entah dia FB, SMSan, Dengerin Lagu padahal udah masuk jam pelajaran)
Kemana-mana selalu bergerombol (kalo sendirian takut)
Mereka gede ga pake nama asli, contoh : (sori ya jez, lu gue jadiin contoh) JeJez SeDang ReFreshing
Kalo ngetik di web suka disingkat2 ga jelas (biasanya huruf vokal yang dikurangin)
Dimana saja, kapan saja, update status yang paling pertama.
Mirip lebah, kalo ngomong biasanya ada imbuhan --z dibelakang kata
Anak-anak gaul jaman sekarang, atau juga bisa dibilang TERLALU gaul biasa disebut ALAY Fenomena ini terjadi di sekitar kita. Di lingkungan kita, sebut saja sekolah, sering sekali kita melihat fenomena "ALAY"ciri-ciri orang "ALAY"
Selalu ngerasa paling tau tentang musik.
Tongkrongannya di pinggir pinggir jalan (yang cewek godain cowok,yang cowok godain cewe yang lagi lewat)
Kalo lagi ngumpul bawa headset/earphone buat dengerin lagu lewat handphone(suka pamer ga jelas & sok asik gitu deh). Trus sok telpon-telponan dan SMS-SMS an.. kondisi terparah,, biasanya suka ngunjukin SMS dari ce/co ke temenya,, biar dibilang kl ce/co nya perhatian ama dia..
Sok EMO tapi ditanya sejarahnya emo ga tau. (jujur aja. saya juga tidak tau apa itu EMO)
Suka update twitter ga jelas
Kalo surfing cuman bisa buka FB dan FS.
Dimana mana SELALU ada acara yg namanya 'Foto narsis'
Fotonya ga nahan semua! (dengan gaya di imut imutin,dideketin lampu biar 'terang bgt', foto deket bgt dari wajah *biar jeleknya ga keliatan*, foto dari atas *biar kelihatan keren kali ya*, dll..pokoknya yang bisa bikin ENEG semua orang)
Biasanya kalo udah pegang "HP" susah dilepasinnya (entah dia FB, SMSan, Dengerin Lagu padahal udah masuk jam pelajaran)
Kemana-mana selalu bergerombol (kalo sendirian takut)
Mereka gede ga pake nama asli, contoh : (sori ya jez, lu gue jadiin contoh) JeJez SeDang ReFreshing
Kalo ngetik di web suka disingkat2 ga jelas (biasanya huruf vokal yang dikurangin)
Dimana saja, kapan saja, update status yang paling pertama.
Mirip lebah, kalo ngomong biasanya ada imbuhan --z dibelakang kata
Aktivis Tangsel Tuntut KPK Tangkap Ratu Atut Chosiyah? Nah lo? Kumaha ini???
BalasHapusSabtu, 27 Maret 2010, 14:51:37 WIB
Laporan: Widya Victoria
Sumber:
http://www.rakyatmerdeka.co.id/news/2010/03/27/90287/Aktivis-Tangsel-Tuntut-KPK-Tangkap-Ratu-Atut-Chosiyah
Jakarta, RMOL. Banyak kasus korupsi di Propinsi Banten dibiarkan mengendap begitu saja. Aparat hukum malah terkesan main mata dengan para koruptor.
"Lihat saja proses hukum Gubernur Banten (Ratu Atut Chosiyah), sampai sekarang tanpa kepastian yang jelas dari KPK," demikian papar koordinator Forum Aktivis Tangerang Selatan (FAT), Raditya Hidayat saat gelar aksi di depan kampus STIE Ahmad Dahlan, ciputat, Tangsel, Sabtu (27/3).
FAT yang mayoritas terdiri dari kalangan mahasiswa ini mencatat sejumlah dugaan kasus penyelewengan dan penyalahgunaan uang negara yang disinyalir dilakukan Atut dan jajarannya. Beberapa diantaranya dalam pengadaan obat fiktif pada dinas kesehatan propinsi Banten dengan dana APBD senilai Rp 1,192 miliar, pembayaran pengadaan bangunan kantor penghubung propinsi Banten sebesar Rp 1 miliar, bantuan keuangan desa/kelurahan se–propinsi Banten sebesar Rp 46,5 miliar, termasuk bantuan sosial kepada partai politik sebesar Rp 1 miliar.
"Kami mendesak KPK untuk segera menangkap dan mengadili Ratu Atut Chosiyah, Kepala Dinas Kesehatan Djadja Buddy Suhardja, dan Kepala Dinas PU, M. Shaleh yang sekarang menjadi Walikota Tangerang Selatan dan Chery Wardana alias Wawan selaku mafia proyek tanpa alasan apapun," seru Raditya dalam pernyataan sikap FAT.
Massa dalam aksinya juga menuntut agar masyarakat Tangsel tidak percaya dengan segala apapun yang dilakukan oleh Atut karena telah jelas-jelas merugikan rakyat. Selain itu, FAT menyerukan kepada masyarakat Tangsel agar mewaspadai segala kebaikan Airin Rachmi Diany yang turut mencalonkan diri menjadi walikota Tangsel. [wid]
Dari Fwd> Polri Watch mengatakan...
Bersumber: http://merampok-santun-airin-rachmi-diany.blogspot.com/
Setelah patah arang pada kekasih hatinya bernama Ikang Fawzi, Christine Panjaitan meminta dibuatkan sebuah lagu kepada Bang Rinto untuk disampaikan secara taklangsung kepada Ikang fawzi mantan penyanyi rockkeasihnya saat kuliah di Satra Cina UI yang telah bergandengan tangan dengan sangat mesra dengan aktris film cantik modelsabun LUX sexi bernama Marissa Haque pemenang Piala Citra di FFI Bandung tahun 198.
BalasHapusJudul lagu persembahan Rinto Harahapbuat penyanyi kesayangannya adalah "Hari Akan Berganti" Produksi PT.Loly Pop tahun 1985.
Pencurian APBD di Banten dalam Pemilukada Tangerang Selatan 2010
BalasHapus"Penyimpangan Rp13,08 miliar, Ratu Atut Chosiyah Dihimbau Belajar ke Tangerang Agar Jangan DIpakai untuk Airin Rachmi Diany Pilkada di Tangsel 2010 Ini"
Sabtu, 26 Juni 2010, 07:58 WIB
Pemerintah Provinsi Banten diminta belajar laporan keuangan ke Kota Tangerang atau Kabupaten Tangerang sehubungan penemuan Badan Pemeriksa Keuangan tentang penyimpangan APBD 2009 sebesar Rp13,08 miliar.
"Saya sangat kecewa dan prihatin laporan hasil pemeriksaan (LHP) ditemukan adanya penyimpangan anggaran," kata Agus R Wisas, salah seorang anggota Komisi IV DPRD Banten, Jumat (25/6/2010).
Ia mengatakan, semestinya Pemprov Banten belajar laporan keuangan ke Kabupaten Tangerang atau Kota Tangerang
Sebab kedua daerah tersebut sudah tiga kali mendapat penghargaan terbaik Wajar Tanpa Pengecualian (WDP) dari BPK.
"Jika Gubernur Banten belajar ke daerah itu, kemungkinan dalam laporan hasil pemeriksaan menjadi lebih baik,"ujarnya.
Kalau Pemprov Banten mau studi banding ke dua daerah itu dan jangan sampai jauh-jauh ke luar daerah.
Selama ini, BPK menilai laporan keuangan APBD Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang sangat baik sehingga perlu belajar kepada mereka.
Pengalaman terburuk bagi Pemprov Banten, atas temuan BPK dalam laporan hasil pemeriksaan diindikasikan terjadi penyimpangan anggaran tahun 2009 sebesar Rp13,08 miliar.
Fz/At/Kl)